Peluang Usaha Kuliner Pisang Bakar Sruput

Posted by Sahabat Sukses: Peluang Usaha Kuliner Pisang Bakar Sruput

Berbagai olahan pisang pun semakin banyak yang berusaha mengembangkannya. Begitu pula dengan proses memasaknya. Jika pisang goreng atau rebus, tentu semua orang sudah mengenalnya. Cara memasak seperti ini yang paling banyak kita temui. Hampir di sepanjang jalan selalu ada saja yang menjualnya. Meski kelihatannya sangat umum, namun penjual pisang goreng tidak pernah kehilangan pelanggannya. Jika berdagang pisang goreng atau rebus yang tidak memiliki kelebihan lain. Selain pisang yang dibalut dengan tepung saja memiliki banyak pelanggan, bagaimana dengan pisang bakar?

Peluang Usaha Kuliner Pisang Bakar Sruput

Pisang yang dibakar, memiliki aroma yang lebih menarik dibandingkan dengan pisang yang digoreng. Itu sebabnya bisnis kuliner pisang bakar memiliki peluang usaha yang lebih bagus dalam ke depannya. Cara mengolahnya, pisang yang telah dibakar bisa diberikan beraneka macam toping yang menarik dan lebih enak. Misalnya, kelapa parut, gula pasir, keju, cokelat, meses, susu kental manis, mentega dan lain sebagainya. Setelah itu pisang disajikan dengan kuah santan, seperti kolak.
Inovasi dari pisang bakar ini adalah, terletak pada kuahnya. Kalau biasanya kolak dibuat dengan cara direbus, dan hanya dicampur dengan gula pasir atau gula merah, namun pisang bakar sruput di sini pisangnya di bakar. Lebih nikmatnya, karena toping dibuat begitu komplit. Sehingga rasa yang dihasilkan juga sangat variatif, yaitu manis, asin, gurih, dan segar.

Baca Juga: Peluang Usaha Kuliner Puding Hias

Strategi Operasional Bisnis Pisang Bakar Sruput

  1. Lakukan eksperimen pada bahan sehingga didapatkan tekstur rasa yang pas.
  2. Tentukan perolehan modal, dan buatlah konsep seperti apa bisnis ini akan Anda mulai. Membuka counter atau gerai, gerobak sepeda, sewa stan, atau langsung dengan skala besar, yaitu restoran. Sesuaikan dengan modal, dan pertimbangkan tentang prospek.
  3. Ada baiknya Anda memulainya dengan membuka satu menggunakan gerobak sepeda. Jika ini lancar, Anda bisa menambahkan lagi jumlah gerobak. Dan jika ini berjalan sukses, sebaiknya Anda membuka kerja sama waralaba, untuk membuka cabang di wilayah berbeda.
  4. Pemasarannya Anda bisa menggunakan jaringan internet, melalui jejaring sosial, Blog, maupun Email.

Deskripsi Keuntungan Bisnis Pisang Bakar Sruput

  • Harga per porsi Rp 10.000
  • Asumsi target per hari 30 porsi
  • Prediksi pendapatan per hari:
    20 x Rp 10.000 = Rp 200.000
  • Prediksi pendapatan bulan pertama (25 hari):
    25 x Rp 200.000 = Rp 5.000.000
Jadi dengan asumsi penjualan dengan target 20 porsi per hari, maka balik modal baru akan di peroleh pada bulan kedua. Demikian pula dengan keuntungan, baru akan diperoleh pada bulan kedua dan seterusnya. Karena pendapatan tidak lagi dikurangi biaya pembelian peralatan, sehingga diperoleh keuntungan rata-rata 3 juta per bulan. Ini jika hanya mengoperasikan satu gerobak saja. Jika ada 5 gerobak, maka keuntungan yang didapat sekitar 15 juta per bulan.

Hambatan Dan Saran Dalam Bisnis Kuliner

  1. Masing-masing jenis pisang memiliki tingkatan rasa manis yang berbeda. Demikian pula dengan tekstur daging buahnya. Untuk itu sangat dianjurkan meelakukan uji coba dengan bahan yang berbeda, sehingga ditemukan jenis pisang yang sesuai untuk bisnis ini.
  2. Tingkat kematangan pisang juga memiliki tingkat rasa yang berbeda. Sebaiknya cobalah menggunakan berbagai macam tingkat kematangan, mulai dari yang masih mentah, setengah matang, hingga matang. Bandingkan, mana yang rasanya lebih mantap. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan.
  3. Selalu tingkatkan kreativitas Anda dalam menciptakan varian menu, temukan inovasi, agar pelanggan selalu setia dengan produk Anda. Karena selalu ada yang berbeda dari produk Anda, maka pelanggan tidak akan pernah mengalami kebosanan untuk datang mengunjungi stan Anda.



Title : Peluang Usaha Kuliner Pisang Bakar Sruput
URL : http://www.sahabatsukses.com/2015/10/peluang-usaha-kuliner-pisang-bakar.html
Description :


Blog, Updated at: 1:29 PM

0 comments:

Post a Comment